BERTEMAN TANPA PAMRIH

 

Source : https://id.pinterest.com/pin/103582860169094895/

Ada pepatah singkat yang bilang
"Teman datang dan pergi, 
silih berganti"

Katanya , semakin dewasa maka kita semakin paham makna pertemanan itu bagaimana . 
Katanya , semakin dewasa maka semakin sedikit pula yang mau berteman dengan kita. 

Beberapa dari kita mungkin ingin sedikit bernostalgia dengan kenangan masa kecil yang begitu membahagiakan karena memiliki banyak teman. 
Klaimnya waktu itu, 
"jika kita punya banyak teman maka kita akan dianggap sebagai orang yang baik dan bahagia"
Tapi terkadang klaim ini masih berlaku di masa sekarang. 
Lantas bagaimana dengan sebaliknya ?
Apakah dengan sedikit teman justru dikatakan sebagai orang yang tidak baik dan tidak bahagia ?
Belum tentu ....

Sebagian dari kita juga pasti ada yang merasakan bahwa dulu kita amat sangat dekat dengan dia, senang sedih selalu berbagi dengannya, namun seiring berjalannya waktu, karena dibatasi oleh waktu dan tempat serta prioritas yang berbeda-beda, perlahan pertemanan kami mulai merenggang. 

Mungkin banyak dari kita yang masih menjalin pertemanan bahkan sejak TK, SD, SMP dan sebagainya. 
Banyak juga bahkan yang cepat menjalin pertemanan sekalipun itu baru saja bertemu di tempat yang sama. 
Ada juga yang berteman hanya karena 'saling memanfaatkan'.
Ada juga yang merasa insecure melihat temannya dikelilingi banyak teman sedangkan kita tidak demikian. 
Akan tetapi ada juga yang rela bertahan di circle pertemanan  hanya agar tervalidasi bahwa 'saya juga punya teman dekat'.

Beberapa dari kita juga ada yang sedang merasa dalam fase di mana tidak ada yang mau menjadi teman dekat dengan kita, merasa kurang dianggap padahal sudah mencurahkan semaksimal mungkin untuk menjaga pertemanan tersebut.

dan mungkin ...

Beberapa dari kita juga merasa kebingungan ketika ditanya selama hidup ini siapa sahabat atau teman dekat Anda ?

Terkadang pertemanan juga seperti hukum alam, hanya yang mampu bertahanlah yang masih berteman hingga sekarang. Bukan karena tidak satu frekuensi lagi, melainkan adanya prioritas masing-masing sehingga sulit untuk berkomunikasi. Karena renggangnya komunikasi, maka sedikit demi sedikit pertemanan mulai tereliminasi.

Berteman tanpa pamrih sejatinya adalah menjalin pertemanan tanpa mengharapkan apapun dan tidak terlalu terikat dengan apapun. 

Terkadang yang membuat kita merasa 'kurang dianggap' karena kita justru terlalu banyak menaruh harap. 

Ketika kita sudah berbuat baik ke teman kita, sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan maka ada harapan bahwa nantinya mereka akan baik pula dengan kita, padahal belum tentu demikian .. 
ketika kondisi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, ada sedikit rasa kecewa dan rasa tidak dianggap atas kebaikan yang sudah kita berikan kepada teman kita. 

Masih ingatkah pepatah yang bilang
'Apa yang baik menurutmu belum tentu baik untuk orang lain . Begitu juga sebaliknya.'

Definisi teman dekat atau sahabat yang umumnya terpatri dalam ingatan kita secara sempit dimaknai sebagai sosok yang ada di saat suka dan duka , selalu ada ketika dibutuhkan dan selalu mengerti di segala kondisi.

Bagaimana jika ternyata karena kondisi tertentu entah ada hal yang lebih diprioritaskan atau hal lain, teman tersebut hanya ada di saat suka saja ? dan tidak hadir ketika kita membutuhkannya ? Apakah ia bukan sahabat ?

Saya rasa dewasa ini kita sudah mulai paham secara perlahan makna dari pertemanan itu bagaimana . Kehidupan secara sosial memang dirasa begitu rumit, bahkan sisi pertemanan pun rela melakukan apa saja demi tervalidasi. 

Berteman tanpa pamrih juga lebih memudahkan diri kita untuk lebih bersikap ikhlas dalam segala hal terkait dengan pertemanan. 
Sebagai contoh, ketika teman kita bercerita, kita siap mendengarkan, ketika mereka meminta saran, kita bantu berikan alternatif pilihan tanpa memaksakan kehendaknya. Suka atau tidak pun itu jadi pilihannya dan tidak ada rasa kesal atau emosi negatif dalam diri kita ketika berkomunikasi dengannya

Seseorang pernah berbicara pada saya ...

"Ketika menjalin pertemanan, sebisa mungkin jadilah sosok yang bisa membantu temanmu ketika dalam masa sulit sekalipun. Jadilah sosok yang selalu berbuat baik tanpa mengharapkan balasan yang setimpal. Dibalas atau tidaknya, itu sudah jadi urusan Yang Maha Kuasa"

Comments

Popular Posts