TERBENTUR ... TERBENTUR ... TERBENTUK

 

Source : https://id.pinterest.com/pin/813322013942796888/


Masih ingatkah momen belajar mengayuh sepeda ketika kita masih kecil ? Kita dituntut untuk bisa mengendarai sepeda dengan roda dua dan mengandalkan keseimbangan tubuh kita bagaimanapun  caranya. Bisa kalian hitung sudah berapa kali terjatuh ?
Melatih keseimbangan dalam bersepeda pada saat usia kita masih dini tentu menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit juga dari kita yang pada akhirnya hampir putus asa karena terlalu sering terjatuh. Namun bagi beberapa orang yang bersikeras untuk tetap bisa mengendarai sepeda roda dua tentunya memikirkan alternatif cara yang biasanya dimulai dengan belajar mengendarai dengan roda tambahan sepeda. 

Sama halnya seperti ketika kita mencoba peruntungan untuk mendaftar tes CPNS. 
Ada yang baru sekali mencoba sudah lulus sampai tahap terakhir. Ada yang mencoba hingga berkali-kali di tahun berikutnya. Ada yang ternyata mengalami kegagalan di tahap akhir. Bahkan ada juga yang sempat putus asa dan trauma untuk mendaftar lagi dengan alasan tidak hoki atau membuang waktu dan tenaga.

Baru-baru ini ketika ada momen pengumuman penerimaan mahasiswa melalui jalur tes/prestasi atau yang sering kita sebut sebagai jalur undangan SNMPTN bulan Agustus lalu, saya sempat membaca sebuah utasan menarik untuk diambil pelajarannya yang diunggah oleh akun twitter @wiracalosa yang menceritakan pengalamannya mengahadapi kegagalan yang bertubi-tubi dalam waktu yang dekat.
Utasan selengkapnya bisa dibaca di sini

Dan masih banyak kegagalan lainnya yang pernah terjadi di lini masa kehidupan kita. Gagal menemukan pasangan, gagal interview kerja, gagal berwirausaha, gagal menjadi seorang pemenang, dan lain sebagainya. Namun yang menjadi tanda tanya besar di kepala kita adalah

Apakah gagal menandakan akhir dari segalanya ???
( I think not at all )

Momen kegagalan memang terkadang membuat sebagian dari kita merasa pesimis yang pada akhirnya cenderung menyalahkan diri sendiri. Akibatnya ? Kita terlalu lama terkurung dalam rasa bersalah, overthinking, tidak percaya diri dan merasa tidak pantas untuk mencoba lagi. 

Memang pada saat mengalami kegagalan, kita membutuhkan waktu sejenak untuk berpikir dan menenangkan diri. Kecewa tentu menjadi sesuatu yang bersifat normal namun tinggal bagaimana kita mampu mengelola rasa kecewa kita dan mengubahnya menajdi hal yang bersifat positif. kenapa harus jatuh jika bisa bangkit ?

Memang ya menjadi pribadi yang positif rasanya gampang-gampang sulit tapi bukankah ada rasa tergugah ketika melihat orang lain bersinar atas pencapainnya ? Walaupun kita tidak bisa menyamai pencapaian orang lain tapi setidaknya ada rasa termotivasi untuk melakukan sebuah pencapaian kita dengan cara yang berbeda walaupun harus merasa jatuh tersungkur berkali-kali.

"If you willing to make an effort, 
you will shine too someday"

Tapi bagaimana jika sudah berusaha semaksimal mungkin tetap saja gagal ? 
Apakah usaha saja sudah cukup tanpa adanya doa kepada Sang Pencipta ?
Mungkin di artikel sebelum-sebelumnya sudah pernah selalu ditekankan bahwa setiap apapun yang kita lakukan, kita kerjakan jangan lupa untuk selalu menyertakan Tuhan di dalamnya karena sekuat apapun kita bekerja, sekeras apapun kita berusaha pada akhirnya semua harus kita pasrahkan pada Yang Maha Kuasa.

Tuhan banyak memberikan petuah melalui kegagalan yang kita alami. 
Petuah tentang bagaimana kita mampu berusaha menemukan jalan lain yang lebih berduri untuk dilewati sebelum pada akhirnya menemukan jalur yang tepat.
Petuah tentang bagaimana semua hal itu berjalan secara tidak konstan dan tidak mudah didapatkan secara instan, dan
Petuah tentang bagaimana kita mengikhlaskan sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untuk kita.

"Hidup itu tentang bagaimana sebuah kejutan dipersembahkan oleh Tuhan dengan cara yang sangat elegan"

Merasa gagal bukan berarti kamu adalah insan yang tidak beruntung. Gagal adalah hal yang biasa. Hanya saja kita yang belum terbiasa menghadapi kegagalan.

"Dari gagal kita belajar bahwa kemenangan bisa diraih dari jalan yang berbeda walaupun harus terbentur dan terbentur lagi hingga pada akhirnya bisa terbentuk"

Comments

Popular Posts