KETIKA BERTAMBAH USIA




Ketika alam tumbuh, ia diharapkan menjadi sebuah tanaman rindang yang bermanfaat sehingga orang-orang bisa berteduh dibawahnya.
Ketika hewan berkembang sesuai umurnya, ia diharapkan menjadi seekor hewan yang mandiri untuk dapat tetap bertahan hidup. 
Bagaimana ketika manusia bertambah usia ?

Bertambah usia identik dengan banyaknya ucapan, doa serta harapan yang bersifat positif di dalamnya. Namun bertambah usia juga menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang. Ada yang beranggapan bahwa ketika usia semakin bertambah maka beban hidup terasa lebih berat, termasuk beban untuk memenuhi kriteria terhadap standar yang sudah ditentukan orang lain.

"Usianya semakin bertambah, tapi kenapa belum bekerja ?"
"Usianya sudah matang tapi mengapa masih nyaman menjadi lajang ?"
"Usianya sudah tua tapi mengapa masih gila kerja ?"

Ada pepatah mengatakan 

"Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan"

Ketika bertambah usia, kita diingatkan kembali bahwa dunia tidaklah bergerak statis. Dunia tentu menawarkan pilihan-pilihan yang fantastis, termasuk pilihan apakah kita harus terus mengikuti tren dan standar yang terkonstruk di tatanan masyarakat ataukah berjalan sendiri pada koridor hidup masing-masing. 

Ketika bertambah usia, kita semakin sadar bahwa alarm diri kita sudah bergema dengan lantang membangunkan mata dan menggerakan raga untuk terus berpikir dan berkarya.

Ketika bertambah usia, kita diingatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal atas kegagalan dan pencapaian yang sudah kita lakukan serta berkesempatan kembali menikmati hidup lebih lama.

Ketika bertambah usia, kita berkesempatan untuk berterimakasih kepada diri dan sadar sudah saatnya bertahap mencapai resolusi dan terus melakukan evaluasi.

Ketika bertambah usia, kita semakin terbiasa dengan rasa kecewa yang kemudian mendrong kita untuk terus belajar. Belajar untuk berani menerima kenyataan, belajar untuk rileks dengan kehidupan yang kompleks dan belajar untuk jujur serta ikhlas dengan diri sendiri. Dengan banyak belajar maka yang tadinya kita tidak tahu menjadi tahu, yang tahu jadi mengerti, yang mengerti semakin paham, dan jika sudah paham maka semakin ingin tahu lagi. 

Ketika Socrates belajar musik di usianya yang tidak lagi muda, seseorang bertanya 
"Apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?"
Lalu dia menjawab
"Aku merasa lebih malu mejadi orang bodoh di usia tua"

Comments

Popular Posts