LOVE BETWEEN SELFCARE & SKINCARE [ with Ariz Nisrina ]
Ketika bangun tidur, sulit rasanya untuk tidak terlepas dari kegiatan menatap diri di depan kaca. Ketika berdiri di sana dan meratapi wajah kita, mungkin sebagian ada yang beranggapan bahwa
"Ah ...aku terlihat sudah tua"
"Kulitku banyak jerawatnya"
"Ah .. mata panda ..."
Dan juga keluhan lainnya yang mempersoalkan fisik kita.
Berangkat dari kebiasaan perempuan yang sering merefleksikan dirinya dengan keluhan di depan kaca, maka saya pelan-pelan mengenal apa yang sering perempuan gunakan yaitu "SKINCARE".
Apa itu Skincare ?
Skincare adalah bentuk perawatan untuk kulit dengan menggunakan produk-produk tertentu.
Perlu digarisbawahi bahwa skincare tentu berbeda dengan make up. Jika dilihat dari maknanya, skincare lebih cenderung bertujuan untuk merawat (care) seperti pelembab, toner, sunscreen atau serum. Sedangkan make up cenderung bermakna membuat jadi indah / menghias seperti bedak, eyeshadow, blush on, foundation, dll.
Secara pribadi, saya menjadikan skincare sebagai suatu hobi yang baru. Seperti hobi pada umumnya yang mana kegiatannya tentu berhubungan dengan apa yang kita suka, begitu juga dengan menggunakan skincare, saya mulai menikmati tahap demi tahapnya tanpa peduli apakah dengan skincare saya harus menjadi seorang perempuan yang cantik seutuhnya atau menjadi auto-glowing. Di samping itu, saya juga menggunakan skincare sesuai dengan kebutuhan saja dan tidak melulu menjadi addicted karenanya.
Buat saya, skincare termasuk pada perwujudan selfcare yang dimulai dari tahap self-acceptance.
Kenapa demikian ?
Dulu, saya termasuk orang yang insecure, entah merasa secara fisik tidak sempurna bahkan merasa terganggu. Perasaan tersebut membuat saya sulit untuk mengekspresikan diri, merasa tidak layak, bahkan takut orang ikut membenci diri saya sendiri. Pada akhirnya, saya menjadi orang yang tidak bisa menerima diri saya.
Sejak saat itu, saya sadar ada hal-hal yang berada di luar kendali saya. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir seperti apa dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah terima bahwa kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan, lalu mencintai diri sendiri dengan apa adanya.
Memang, fisik perlu diberikan perawatan. Namun saya percaya bahwa definisi cantik akan berbeda-beda tergantung bagaimana orang menggunakan sudut pandangnya. Seperti halnya pelukis, ia akan terlihat cantik dengan kemampuannya, begitu juga dengan penyanyi, mereka akan sangat cantik dengan suara nya, atau penulis yg juga cantik karena tulisannya. Begitu juga dengan diri sendiri, kita semua akan terlihat cantik dari bagaimanapun kita melakukan hal-hal yg kita sukai.
Namun, hal itu menjadi titik balik bagi saya untuk memutuskan bahwa saya harus
"berkenalan dengan diri saya"
Sejak saat itu, saya sadar ada hal-hal yang berada di luar kendali saya. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir seperti apa dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah terima bahwa kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan, lalu mencintai diri sendiri dengan apa adanya.
Memang, fisik perlu diberikan perawatan. Namun saya percaya bahwa definisi cantik akan berbeda-beda tergantung bagaimana orang menggunakan sudut pandangnya. Seperti halnya pelukis, ia akan terlihat cantik dengan kemampuannya, begitu juga dengan penyanyi, mereka akan sangat cantik dengan suara nya, atau penulis yg juga cantik karena tulisannya. Begitu juga dengan diri sendiri, kita semua akan terlihat cantik dari bagaimanapun kita melakukan hal-hal yg kita sukai.
Sama halnya seperti skincare, ketika kita ingin hasilnya sesuai dengan apa yang kulit kita inginkan maka kita harus terlebih dahulu mengenal produk apakah yang dapat diterima dengan baik oleh fisik kita dan ketika sudah dapat diterima, maka barulah kita mulai untuk mencintai skincare tersebut.
Bicara tentang selfcare maupun skincare, intinya tergantung pada bagaimana kita menikmati setiap tahap prosesnya dan itu artinya kita mampu mencintai diri kita baik secara fisik maupun mental
"You have to remember that self love is not selfish"
- floatyourframe X ariznisrina -
- floatyourframe X ariznisrina -



Comments
Post a Comment