FOCUS [ with Dio Aditya Chandra ]
Bicara hidup, tidak lain tujuannya adalah untuk mencari sebuah kebahagiaan yang selalu kita impikan. Definisi bahagia tentu tak terlepas dari hal-hal yang kita sukai dan kita nikmati. Salah satu hal yang berhasil menarik perhatian saya yaitu ketika saya berkecimpung dalam dunia fotografi.
Bagi saya, fotografi adalah sebuah "sweet escape" ketika kehidupan dipenuhi oleh tumpukan tekanan, aktivitas yang stagnan dan rutinitas yang sangat membosankan.
Ketika saya mulai mengenal lebih dekat dengan fotografi, saya memutuskan untuk menjadikannya sebuah hobi, mulai dari tahap bagaimana saya mengenal sebuah kamera, cara penggunaannya, cara pengaturannya hingga bagaimana angle yang tepat untuk membidik sebuah objek serta bagaimana saya harus fokus terhadap objek tersebut.
Bicara tentang objek yang akan ditangkap dengan kamera, saya lebih tertarik pada nature & portrait. Mengapa demikian ? Padahal masih banyak yang lebih menarik dari itu kan ?
Dunia fotografi adalah bentuk perwujudan untuk mengabadikan sebuah momen tertentu yang mendekatkan saya dengan keindahan alam semesta serta menikmati estetika tersendiri pada emosi yang tertera di setiap paras manusia. Ketika saya sudah memilih objek yang saya sukai, di sini barulah saya belajar untuk membidik objek tersebut secara fokus dan mulai untuk melakukannya secara konsisten.
Begitu juga yang saya alami ketika menghadapi hiruk pikuknya kehidupan baik itu dilihat dari pendidikan, pemilihan pasangan, bersosial maupun dalam mencapai sebuah karir.
Mari kita bermain dalam ilustrasi.
Yang pertama, dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, terkadang memang sangat membosankan. Handphone menjadi sarana hiburan utama ketika tugas-tugas tersebut dirasa memuakkan. Ada banyak sekali hal-hal menarik di sana yang sangat sayang untuk dilewatkan ketika kita tidak scroll-up scroll-down. Pada akhirnya, pekerjaan yang harus diselesaikan itu tertunda.
Kedua, kita sering berangan-angan ketika nanti punya uang ingin diinvestasikan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk hari tua. Namun ketika impian itu tercapai, terkadang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita niatkan.
Kita tahu bahwa dunia menawarkan segala macam bentuk hal yang dapat dikatakan berhasil menarik perhatian kita. Diikuti pula dengan manusia yang selalu merasa tidak pernah puas dengan keadaaannya. Ketika kedua momentum tersebut bersatu, distraksi kehidupan pun tercipta yang mana pada akhirnya kita sulit untuk berjalan kembali dengan tenang pada lintasan pencapaian.
Berangkat dari kedua ilustrasi tersebut, saya memutuskan untuk menjadikan diri saya sebagai personal yang fokus dalam setiap pencapaian. Memang, pilihan atas hidup itu cukup membingungkan, tapi semua tergantung pada pribadi kita.
Untuk sebuah hasil foto yang sempurna, dibutuhkan kesabaran dan kondisi yang nyaman ketika membidik dan mengambilnya. Begitu juga ketika kita ingin mencapai sebuah tujuan, kita harus tenang dan nyaman agar bisa berpikir jernih untuk memilih tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Di situlah momen di mana fokus dapat bekerja pada koridornya. Dengan mencoba fokus, kita dapat menentukan apa yang menjadi prioritas untuk hidup dan fokus mengajarkan kita untuk hidup dalam keteraturan.
Dalam kacamata saya, hidup dapat diibaratkan sebagai sebuah kamera. Kita dapat mengaturnya sesuka hati dan kita dapat memilih objek apa yang kita sukai.
Kuncinya hanya butuh fokus dan konsisten.
"Take a position, focus, Shot !"
- floatyourframe X dioadityachandra -
"Take a position, focus, Shot !"
- floatyourframe X dioadityachandra -



Comments
Post a Comment