A LETTER TO MYSELF ....


Hai, 
kamu sedang apa ??
Aku ingin bicara 
sebentar saja ...

Sebelum berkata terima kasih, ada kalanya aku harus minta maaf . Banyak hal yang ingin sekali aku bicarakan soal maaf .
Maaf , untuk kesekian kalinya aku sulit untuk belajar bertutur kata yang baik.
Maaf , aku belum bisa mengontrol emosi ku yang kadang lama di pendam.
Maaf , banyak kata terucap tak enak mendarat di hati.
Maaf , sikapku masih sering keras kepala
Maaf , aku juga belum banyak membanggakan.
Maaf , masih sering lupa tata cara bersikap sebagai mana mestinya.
Maaf , aku sering gagal tapi sulit untuk bangkit
Maaf , kadang aku masih mendengarkan apa kata orang lain daripada diri sendiri
Maaf , aku masih sulit percaya dengan beberapa orang
Maaf , telah banyak membuat hatimu bekerja lebih keras dari biasanya.
Maaf , masih sulit meredam ego.
Maaf , terkadang masih bermalas-malasan.
dan maaf , masih sering menguras air yang terbendung di dalam mata untuk sekian kalinya

Tapi .....
aku juga mau berterima kasih 
atas semua yang sudah kamu capai
sampai detik ini

Terimakasih sudah jadi pribadi yang berusaha taat dan ingat akan siapa yang telah menciptakan dirinya. Terimakasih sudah mau berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi . 
Terimakasih, selalu jadi pribadi yang mau belajar, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan tidak lelah untuk selalu berusaha. 

Terimakasih juga karena sudah mencoba hidup dengan sederhana, sudah hidup apa adanya, sudah mau hidup dengan prinsip prihatin.

Terimakasih masih dan selalu jadi pribadi yang peduli.

Terimakasih sudah menjadi tameng yang kuat menahan ribuan gunjingan tentang dirimu. Walaupun sebenarnya hatimu belum cukup menerima akan hal itu. Berat rasanya menerima ratusan cacian, dengkian, remehan orang tentang dirimu. Aku tahu itu sakit tapi terimakasih sudah bisa pelan-pelan bangkit tanpa harus membuat dirimu terkurung lama sendiri.

Terimakasih sudah belajar menempatkan dirimu di manapun kau bergaul. Sudah banyak menjadi pendengar yang baik bagi jiwa-jiwa yang punya cerita kelam dari pada cerita akan dirimu.

Terimakasih untuk tidak banyak membenci dan lebih banyak menghargai.
Terimakasih sudah memberikan banyak kenangan dan pelajaran di masa lalu mu. 
dan terimakasih sudah terlalu banyak mengorbankan hati demi memantaskan diri, hanya demi memuaskan apa yang orang lain inginkan, hanya demi eksistensi palsu, dan berkorban banyak hanya demi orang yang tak menerimamu apa adanya.

Aku bersyukur menjadi dirimu
Walaupun kamu sering jatuh, diremehkan, dikucilkan, dicerca cacian, di label sebagai orang yang menyebalkan , di label sebagai pendiam yang bungkam, 
tapi ....
Jangan pernah takut untuk ungkap siapa kamu sebenarnya ...
Jangan pernah berubah hanya untuk dapat kesetaraan dengan mereka ...
Jangan takut untuk melangkah .. 
Dunia memang kecil, tapi jangkaulah lewat mimpimu seluas mungkin ..

Jangan sering bandingkan dirimu dengan orang lain, tidak akan ada habisnya 
Jangan lelah untuk mencoba, kita tidak tahu apa rahasia Tuhan dibaliknya 
Jangan sering menahan tangis hanya untuk berpura-pura jadi pribadi yang kuat 
Jangan sering menipu hati ...

Aku yakin suatu saat ada hadiah terindah dibalik rasa kecewamu yang sudah semakin sulit dibendung ini,
akan ada pelajaran terindah jika kamu percaya atas semua hal yang telah kamu lakukan,

Orang-orang tersayang disekitarmu pernah berpesan

"tetaplah jadi kebanggan orang tuamu"
"ayolaaah, kamu lebih kuat dari yang kamu bayangkan"
"yakinlah dirimu jauh lebih bermanfaat, dirimu jauh lebih berani untuk ungkap kebenaran"
"selalu ingat, jatuh dan bangunmu sudah di atur, rencana Tuhan lebih indah dari hal memuakan yang kamu alami sekarang"

Terimakasih sudah memperbolehkanku kenal lebih jauh akan dirimu. Sudah mengizinkanku untuk bicara panjang di waktu istirahatmu. Sudah banyak mengajarkanku untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah dilewati sampai detik ini. Dan sudah mengingatkanku bahwa hidup adalah penuh pelajaran dan perjuangan. 

Berjuang dengan keterbatasan ...
Berjuang dengan perbedaan ...
Berjuang dengan kemunafikan ...
dan Berjuang demi sebuah kebenaran ...

Selamat beristirahat, 
tulisan ini ku dedikasikan untukmu separuh jiwa yang sudah goyah asanya ...
untukmu jiwa-jiwa yang sudah rapuh pengorbanannya ..
dan untukmu
Anita Florencya ....


Comments

Post a Comment

Popular Posts