AM I INTROVERT ? YES, YOU ARE.
"Dia mah sukanya sendiri ...."
"Ah dia mah pasti gamau gabung ke sini ..."
"Gak ngerti ah dia itu gimana maunya, banyak diemnya"
"Sombong dia mah gak mau main bareng"
Itu barusan yang di atas adalah beberapa celotehan yang sering aku denger secara langsung atau tidak langsung di sekeliling aku. Apa itu mengganggu keseharianku ? Iya sih sedikit ....
Tapi enggak juga kok, itu kenyataannya . Ada juga yang bilang gini ....
"followersnya banyak , tapi kenapa kalo di instastory mainnya sama itu-itu aja"
"kayaknya kalo di chat orangnya asik, tapi kalo ketemu banyak diemnya"
Ada yang begini juga ? Berarti kita sama ....
Pertanyaan selanjutnya juga ada yang bilang nyaman tah kayak gitu terus ?? dan mereka cenderung kasih motivation quotes yang intinya nyuruh untuk cobalah berubah dan pergi dari zona nyaman (zona nyaman disini maksudnya udah terlalu nyaman dengan introvert)
Tenang, aku pernah kok coba untuk selangkah lebih baik lagi , coba untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih fun, ceria dan punya banyak teman ...
But here I am ...
Aku hanyalah seorang introvert dan sampai kapanpun inilah aku.
Apa seorang yang introvert akan selamanya sulit punya teman banyak ? kata siapa ?
Dan kenapa kamu memutuskan untuk jadi orang yang introvert ?
Introvert sama sekali bukan jadi keinginanku, tapi entah kenapa aku bersyukur kalo aku punya Unique Personality ini.
Introvert memang dikenal sebagai kepribadian yang tertutup. Saat dihadapkan dengan realita dan lingkungan sekitar, aku cenderung lebih selektif dan entah itu dilakukan begitu aja. Pernah merasa kesulitan saat ditempatkan di lingkungan baru ??
Cerita dikit boleh yaaaa,
Jujur, aku paling suka ketika punya banyak pengalaman, ikut kegiatan ini itu dan banyak ketemu teman baru. Di situlah karakterku bekerja.
Pernah beberapa tahun yang lalu aku ketemu dengan lingkungan yang mendukungku untuk berkembang. Pekerjaan itu menuntutku untuk lebih cakap berkomunikasi dengan banyak orang baik dia yang seumuran denganku, lebih muda dariku bahkan sampai yang lebih tua dariku, gimana caranya untuk kontrol dalam bicara dan berkomunikasi, memecahkan masalah dan memegang tanggung jawab.
"terus, kenapa kalo udah dapet suasana yang mendukung kayak gitu malah berpaling ke dunia yang sekarang ?"
Pertama, dulu aku berkecimpung di suasana kayak gitu pas masih sambil kuliah. Jadi, sifatnya cuma temporary aja. Tapi mau kapan lagi sih dapet suasana dan pengalaman kayak gitu, apalagi kita masih muda. Sayang sih, waktu yang memisahkan .
Kedua, aku mau coba ala-ala kayak orang "move from your comfort zone" karena gak selamanya hidup kita enak, dan gak selamanya kita ketemu orang-orang yang enak.
Aku juga pernah dipertemukan dimana lingkungan baru itu gak buat aku berkembang, dimana kalo yang gak mau gabung dibilang gak mau berbaur, dimana kalo gak ikut makan bareng atau main bareng atau karaokean bareng nantinya bakal gak punya temen. Lingkungan yang juga dimana ketika ada waktu luang selalu diwarnai dengan komunikasi yang gak ada faedahnya, obrolan yang gak membangun, ketawa-ketawa gak jelas, gosipin orang atau hal lain lagi yang sifatnya kurang positif dan hal itu jadi rutinitas.
lalu mucul lagi argumen yang bilang begini ...
"Alangkah flat banget sih hidup lu , kaku . Kadang hidup gak mesti serius-serius amat, dibawa santai."
iya , aku sering sih ngerasa kok kayaknya kaku amat ya, kok temen aku dikit amat ya itu-itu aja disamping yang lain kadang sudah sibuk masing-masing dengan karirnya . Dan kadang aku punya kekhawatiran kalo lama kelamaan begini, aku bisa gak punya temen .
Tapi coba pikir ulang. Apa aku takut untuk hal itu ???
Terus gimana caranya aku bisa punya banyak teman dengan kepribadian ini ?
Aku mulai sharing dengan beberapa orang yang sudah kuanggap "nyaman" diajak berkomunikasi dan bertukar pikiran. Ada hal indah yang aku dapat dari mereka ...
"jangan sedikitpun merubah apa yang sudah ada di dalam dirimu kecuali merubah sikap burukmu. Jangan coba jadi orang lain. Introvert itu unik. Gak semua orang bisa seperti kamu. Biar orang lain punya banyak teman punya banyak ini itu, Banyak teman juga tidak menutup kemungkinan semua temanmu bisa membantumu jika ada kesulitan. Introvert membantumu menunjukkan siapa yang dewasa dan layak diajak untuk bertukar pikiran. Introvert mengajarkanmu lebih menghargai perbedaan, kedewasaan, pola pikir dan kesabaran. Introvert bicara kualitas, bukan soal kuantitas.
Kamu gak sendiri Anita Florencya"
Disitulah aku merasa sangat bersyukur bahwa Introvert bukan kepribadian penghalang. Introvert bicara kualitas, bukan kuantitas ♡



Comments
Post a Comment