NEW DAY NEW PAGE
Hari itu, aku pernah berada di ambang kebingungan. Pernah pula di hari yang sama, berada dalam rasa kecewa dan hati yang sudah terlalu lelah untuk menjalani situasi yang akrab dipanggil "cinta"
Hampir lelah untuk selalu menahan sabar,
lelah karena terlalu keras berpikir pada pilihan yang sudah tepat atau belum,
sudah lelah pula menyalahkan diri sendiri,
hingga pada akhirnya lelah juga untuk memulai dari awal lagi,
dan lagi ....
lelah karena terlalu keras berpikir pada pilihan yang sudah tepat atau belum,
sudah lelah pula menyalahkan diri sendiri,
hingga pada akhirnya lelah juga untuk memulai dari awal lagi,
dan lagi ....
klimaksnya, aku trauma .....
hati kecilnya berteriak tapi tak pernah didengar .
setelah peka, aku sadar,
dan aku berbisik dengannya sambil mengatakan,
"hati ... aku minta maaf ...
beristirahatlah, kau sudah letih hari ini"
hati kecilnya berteriak tapi tak pernah didengar .
setelah peka, aku sadar,
dan aku berbisik dengannya sambil mengatakan,
"hati ... aku minta maaf ...
beristirahatlah, kau sudah letih hari ini"
beberapa hari kemudian, aku mulai berkomitmen bahwa aku tidak akan memulai cinta lagi di tempat itu, tepatnya dengan orang yang berasal dari tempat itu .
karena apa ?
aku trauma .....
karena apa ?
aku trauma .....
Aku menghirup atmosfer baru . Sedikit tenang tapi rasa cemas tidak bisa berdamai di hati.
Aku bukanlah diriku waktu itu .
Berubah menjadi seseorang dengan penuh kebencian,
menjadi seorang yang sentimental,
menjadi seorang yang skeptikal dengan semua hal,
menjadi seorang penolak yang ketus,
dan menjadi seorang pemilih yang sangat berhati-hati.
Aku bukanlah diriku waktu itu .
Berubah menjadi seseorang dengan penuh kebencian,
menjadi seorang yang sentimental,
menjadi seorang yang skeptikal dengan semua hal,
menjadi seorang penolak yang ketus,
dan menjadi seorang pemilih yang sangat berhati-hati.
Hingga tiba saatnya aku merasa kesepian dan tetap menahan seolah semua akan baik-baik saja .
Aku membohongi diriku . Aku tidak bisa berada dalam situasi ini dan akhirnya aku dihadapkan dengan pilihan yang membingungkan untuk kesekian kalinya ....
Aku membohongi diriku . Aku tidak bisa berada dalam situasi ini dan akhirnya aku dihadapkan dengan pilihan yang membingungkan untuk kesekian kalinya ....
pelan-pelan aku berdamai dengan hati kecil.
pelan-pelan aku bertanya pada diri sendiri,
dan pelan-pelan, aku belajar untuk jujur dengan kata hati sambil memohon doa kepada Yang Kuasa,
pelan-pelan aku bertanya pada diri sendiri,
dan pelan-pelan, aku belajar untuk jujur dengan kata hati sambil memohon doa kepada Yang Kuasa,
ia berbisik kepadaku bahwa sebenarnya
"aku masih akan selalu membutuhkan orang lain. aku masih akan selalu butuh bantuan orang lain"
"aku masih akan selalu membutuhkan orang lain. aku masih akan selalu butuh bantuan orang lain"
Perlahan, aku membuka lagi pintu itu ....
sedikit demi sedikit aku buka dan hadapi apa yang terjadi suatu hari nanti .
benar apa kata kebanyakan orang, mencoba mengikhlaskan itu jauh lebih sulit pada kenyataannya.
sedikit demi sedikit aku buka dan hadapi apa yang terjadi suatu hari nanti .
benar apa kata kebanyakan orang, mencoba mengikhlaskan itu jauh lebih sulit pada kenyataannya.
Karena aku belajar berdamai dengan hatiku sendiri,
yang tadinya aku sentimental, skeptikal, perlahan semua masalah aku renungi dengan hati dan akal,
yang tadinya ketus, kini berubah dan belajar untuk selalu jadi pribadi yang tulus,
yang tadinya aku sentimental, skeptikal, perlahan semua masalah aku renungi dengan hati dan akal,
yang tadinya ketus, kini berubah dan belajar untuk selalu jadi pribadi yang tulus,
Apa yang menjadi akhir bukan berarti berakhir selamanya,
semua yang berawal suatu saat akan berakhir
begitu juga
semua yang berakhir akan digantikan dengan awal yang baik.
semua yang berawal suatu saat akan berakhir
begitu juga
semua yang berakhir akan digantikan dengan awal yang baik.
Hari ini, tiba saatnya kita dipertemukan di penghujung bulan.
Sudahkah kamu berterima kasih dengan masa lalu ?
Sudahkah belajar untuk memaafkan dan mengikhlaskan yang sudah terjadi di masa lalu ?
Sudahkan kamu bersyukur ?
Sudahkah kamu menyayangi dirimu dan orang-orang di sekitarmu ?
Masih adakah rasa benci dan iri di hati ?
Masih adakah rasa trauma yang membekas sampai saat ini ??
Sudahkah kamu berterima kasih dengan masa lalu ?
Sudahkah belajar untuk memaafkan dan mengikhlaskan yang sudah terjadi di masa lalu ?
Sudahkan kamu bersyukur ?
Sudahkah kamu menyayangi dirimu dan orang-orang di sekitarmu ?
Masih adakah rasa benci dan iri di hati ?
Masih adakah rasa trauma yang membekas sampai saat ini ??
Setiap hari adalah waktunya kita belajar .
belajar menerima kenyataan,
belajar memberi ruang kepada diri sendiri untuk berintrospeksi,
belajar ikhlas dan memaafkan apapun yang pernah membuatmu terluka.
buat apa selalu mengenang yang tidak layak untuk dikenang ?
belajar menerima kenyataan,
belajar memberi ruang kepada diri sendiri untuk berintrospeksi,
belajar ikhlas dan memaafkan apapun yang pernah membuatmu terluka.
buat apa selalu mengenang yang tidak layak untuk dikenang ?
Tuhan selalu menyiapkan lembaran hidup setiap harinya untuk kita .
Layaknya ujian, jangan sampai lembar itu dikosongkan.
Ukirlah cerita yang indah, gambar lembaran itu sebaik mungkin .
Seburuk apapun ukiran yang kamu buat di lembaran barumu, akan selalu ada pelajaran berharga nantinya .
Layaknya ujian, jangan sampai lembar itu dikosongkan.
Ukirlah cerita yang indah, gambar lembaran itu sebaik mungkin .
Seburuk apapun ukiran yang kamu buat di lembaran barumu, akan selalu ada pelajaran berharga nantinya .
Hore sebentar lagi April !
Selamat Pagi !
Jangan lupa bahagia ....
Selamat Pagi !
Jangan lupa bahagia ....



❤
ReplyDelete😻
ReplyDelete